Friday 10 December 2010

Pohon Kehidupan (Bahrain’s Tree of Life)



Bahrain’s Tree of Life adalah sebuah pohon mesquite yang besar, di Bahrain, yang telah mencapai  titik tertinggi dalam pertumbuhannya. Pohon ini,  yang di negara Bahrain disebut sebagai  Shajarat al-hayah atau "Syajaratul Khuldi" , merupakan keajaiban alam yang tiada taranya. 

Tumbuh sendirian di tengah padang pasir yang kering, jauh dari vegetasi lain dan tak ada pohon lain yang menemani. Ini adalah satu-satunya pohon yang ada di padang pasir yang terpencil, nyaris terisolir dari mana pun.

Yang aneh, pohon yang merupakan kekayaan alam Bahrain dan diperkirakan berusia 400 tahun ini, tetap tumbuh subur dengan daunnya yang hijau, padahal di sana tak ada satupun sumber air. Ada beberapa cabang pohon yang menggantung rendah, tersebar di segala penjuru dan menjadi tempat berteduh bagi mereka yang pergi untuk mengunjungi pohon ini.

Lalu dari manakah air kehidupan didapat oleh pohon itu?? Karena siapa pun tahu air adalah sumber kehidupan semua makhluk hidup, baik itu manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Jadi jawaban satu satunya yang masuk akal adalah di bawah pohon berusia ratusan tahun itu terdapat sumber air. Kalau demikian kenapa tidak ada pohon-pohon lainnya?? Ini suatu misteri alam yang belum terpecahkan.

Misteri kelangsungan hidup pohon itu telah membuatnya menjadi legenda.  Orang-orang dari seluruh Timur Tengah dan dunia membuat titik untuk mengunjungi tempat ini untuk melihat keajaiban alam. Sebuah legenda juga melekat pada tempat di mana pohon itu berada. Penduduk setempat sangat percaya dengan hati dan jiwa, bahwa ini adalah lokasi sebenarnya dari Taman Eden.

Pohon Kehidupan Bahrain, terletak 1,2 mil atau 2 kilometer jauhnya dari Jebel Dukhan.  Pohon itu berdiri sendirian di jantung gurun dan dari jauh tampak seperti tempat hijau di padang pasir putih.
Ini adalah tempat yang populer bagi wisatawan maupun penduduk lokal. Bagi penduduk setempat kedatangan mereka ke tempat ini untuk membuktikan adanya  desas-desus bahwa seorang malaikat dengan pedang yang menyala di tangan, berdiri menjaga pohon.

Sementara jika ingin berkunjung ketempat ini dan membawa kendaraan, disarankan agar anda lebih ekstra hati-hati, karena bukan tidak mungkin kendaraan anda akan tenggelam kedalam pasir. Adapun tempat tinggal penduduk sekitar sangat jauh dari tempat ini karena ini adalah daerah di tengah-tengah padang pasir.

Kenyataan bahwa pohon itu berdiri tegak di tengah-tengah gurun pasir yang panas dan kering, tanpa adanya sumber air, yang berguna untuk memberi makan, sebenarnya telah membuatnya menjadi sebuah symbol dari dorongan yang kuat dalam upaya mempertahankan kehidupan.
 
Ada cerita bahwa orang-orang yang mengunjungi tempat ini dan menyenuh pohon ini, akan selalu kembali ke Bahrain.

No comments:

Post a Comment