Minggu, 10 Juli 2011

Ginkgo Biloba


Ginkgo sebenarnya adalah nama tanaman hias besar, yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang, mulai dari daratan Eropa hingga Amerika Serikat. Nama ginkgo sendiri berasal dari bijinya yang berasal dari tanaman ginkgo betina. Biji ginkgo berwarna kuning hijau dan matang dalam bentuk buah berdaging yang berbau busuk dan berwarna jingga cokelat.

Karena daun ginkgo terbagi atas dua lobus, namanya sering disebut dengan tambahan kata biloba. Sebagai bahan obat alami, ginkgo bukanlah barang baru. Penduduk Cina kuno telah memanfaatkan daun dan buahnya sejak 5.000 tahun lalu, terutama untuk mengobati penyakit jantung dan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru, seperti asma maupun bronkitis. Mereka pun menggunakannya sebagai minuman tonikum penyegar tubuh, setelah sarinya disaring.

Selain memanfaatkan ekstrak daun dan buahnya, penduduk Cina kuno juga memakan bijinya setelah disangrai. Konon, rasanya gurih manis seperti biji mete goreng. Camilan biji ginkgo goreng kala itu hanya merupakan santapan keluarga Kaisar. Baru pada tahun 1700-an, ginkgo biloba mulai dikenal masyarakat Eropa dan diteliti secara ilmiah.

Dilihat dari struktur taksonominya, ginkgo biloba termasuk dalam keluarga Ginkgoaceae. Hingga saat ini sentra penanaman ginkgo biloba terbesar di dunia terdapat di Provinsi Zhejiang, Cina Timur.

Dalam bahasa Cina, ginkgo biloba dikenal dengan sebutan yin xing. Dalam bahasa Inggris, ginkgo biloba juga dikenal dengan sebutan the maidenhair tree karena bentuk daunnya menyerupai daun suflir rambut Dewi Maiden (Maidenhair fern).

Bentuk daun ginkgo menyerupai seperempat bundar, bagian ujungnya berliku-liku. Selintas mirip kipas terbuka. Seperti halnya suflir, daun ginkgo pun sama-sama sulit basah jika tertimpa air. Karena itu, ia terkadang disebut pohon adiantum (adiantum tree), menyamai nama lain suflir rambut Dewi Maiden, yakni suflir adiantum. Adiantum artinya sulit basah.
Ginkgo biloba tergolong pohon yang sangat besar. Tingginya dapat mencapai 20-35 meter. Di Cina, pohon ginkgo biloba dapat mencapai 50 meter. Pohon ini termasuk tanaman berumur panjang. Di Provinsi Shandong, Cina, ditemukan pohon ginkgo biloba yang telah berumur lebih dari 3.000 tahun!

Para arkeolog memperkirakan tanaman ini tumbuh sejak awal zaman paleozoik, ketika dinosaurus masih hidup. Karena itu, ginkgo biloba juga dikenal sebagai tanaman fosil.

Pohon ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi kini di pasaran sudah banyak dijual suplemen yang berasal dari ekstrak ginkgo biloba. Bila ingin mendapatkan ramuan aslinya, tanaman ini juga banyak dijual di toko-toko obat tradisional Cina.

Manfaat / Khasiat


Salah satu hasil yang sangat menakjubkan dari studi terhadap Ginkgo ialah kemampuan tanaman ini untuk menghambat substansi yang dihasilkan oleh tubuh yang disebut Platelet Activating Factor (PAF).

Pada tahun 1972 ditemukan bahwa PAF ini mempunyai andil sangat besar di dalam proses biologis tubuh manusia seperti : penyumbatan dalam pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung dan stroke, serangan asma, penolakan tubuh atas organ yang dicangkokkan, dll

Ginkgo Biloba Mengandung Zat:
  • Flavonoida yang berfungsi sebagai Anti Oksidan yang mencegah kerusakan sel-sel
  • Terpenoida, berfungsi sebagai Anti terhadap Platelet Activating Factor (PAF) yang mencegah pengentalan darah
  • Macam-macam Bio Kimia
Oleh karena itu, ekstrak ginkgo dapat membantu kelancaran peredaran darah perifer di organ tubuh yang jauh dari jantung, seperti ujung jari, ujung kaki, dan daun telinga. Kelancaran peredaran darah membuat orang senantiasa segar dan tidak lekas lelah. Selain khasiat tersebut, tumbuhan ini diyakini dapat meningkatkan gairah seks dan menangkal radikal bebas.

Ginkgo biloba dikenal karena kemampuannya menerobos pembuluh darah yang paling sempit dan paling kecil untuk memberi makan jaringan yang kekurangan oksigen di otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya. Itulah sebabnya para ahli menyarankan untuk mengkonsumsi ginkgo biloba untuk menjaga kesehatan otak. 

Meski demikian ginkgo biloba tidak terbukti dapat memperlambat penurunan fungsi otak, seperti pikun atau gangguan ingatan lainnya, seiring dengan pertambahan usia atau pada orang lanjut usia. Ginkgo biloba juga tidak bisa mencegah penyakit Alzheimer.

Beberapa penelitian menunjukkan, ginkgo mempunyai aktivitas antioksidan. Secara umum, senyawa aktif ginkgo biloba terdiri atas dua kelompok utama, yaitu flavonoid dan terpene lactones, termasuk ginkgolides A, B, dan C, bilobalide, quercetin, dan kaempferol.

Suplemen ginkgo biloba yang dijual di pasaran umumnya terdiri atas 24-32 persen flavonoid dan 6-12 persen terpenoid. Seperti vitamin E, ginkgo dapat melumpuhkan radikal bebas yang sering merusak sel tubuh, terutama sel otak.

Ginkgo biloba diketahui manfaatnya dalam memacu produksi molekul ATP (adenosin trifosfat). Melimpahnya produksi ATP akan menggenjot metabolisme glukosa, yang merupakan bahan bakar bagi otak. Itulah sebabnya ginkgo mujarab meringankan stres, menahan datangnya lelah otak, dan menggiatkan daya pikir.

Dengan produksi ATP yang melejit, jaringan elektrik tubuh dipacu keaktifannya. Karena itu, ginkgo biloba dikatakan mampu membuat nafsu seks meningkat. Ditambah lagi dengan aktivitasnya melonggarkan pembuluh darah, sehingga organ seks memperoleh pasokan energi lebih lancar.

Ginkgo biloba juga bermanfaat untuk meremajakan sel-sel otak, yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin yang umumnya mulai berkurang ketika proses penuaan berlangsung.

Jadi dapat disimpulkan bahwa manfaat utama Ginkgo Biloba adalah:
  • Memperbaiki fungsi otak : pelupa, pikun, kecerdasan berkurang, gangguan berbicara, lemah daya ingat, kurang konsentrasi, lamban beraktifitas. Gangguan fungsi saraf dan sel-sel otak yang menyebabkan susah tidur, gelisah, emosi tidak sabil bahkan kelumpuhan
  • Melancarkan peredaran darah tersumbat yang menyebabkan masalah : otak, jantung, paru-paru, ginjal, buah zakar / alat vital, mata, otot-otot betis, saraf-saraf pembuluh nadi : mengatasi gangguan pendengaran yang disebabkan kekurangan aliran darah dan oksigen
  • Membantu therapy pankreas, sehingga membantu therapy Diabetes Miletus, gangguan perut dan usus
  • Meredam aktifitas Radikal Bebas / anti Radikal Bebas.
  • Menekan dan mengurangi reaksi peradangan / inflamasi, nyeri otot dan menghilangkan pembengkakan
  • Re-generasi sel sehingga dapat memperlambat proses penuaan

Efek Negatif

Ginkgo biloba ternyata mempunyai dampak negatif. Dosis ginkgo lebih dari 120 mg per hari dapat memberikan efek samping berupa mual dan pusing. 


Namun, ada sebagian orang yang tahan hingga dosis 200-240 mg. Disarankan agar konsumsi ginkgo dimulai dengan dosis rendah supaya terhindar dari efek samping. Juga dianjurkan menghubungi dokter bila mengalami keluhan akibat minum ginkgo.

Bagi mereka yang sedang minum obat antidepresan yang diketahui sebagai monoamine oxidase inhibitors (MAO Inhibitor), disarankan tidak mengonsumsi ginkgo biloba karena dapat menimbulkan interaksi yang membahayakan tubuh. Ginkgo biloba juga tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil.

Ginkgo biloba disarankan tidak dikonsumsi dengan berbagai obat lain. Ginkgo biloba yang berinteraksi dengan aspirin (berpotensi sebagai penghilang rasa sakit) dapat menimbulkan hyphema (perdarahan dalam rongga anterior mata) secara spontan.

Ekstrak ginkgo biloba bila berinteraksi dengan parasetamol dapat menimbulkan bilateral subdural haematoma (penimbunan darah di otak).

Dosis

Dosis efektif yang ditetapkan studi tersebut adalah 120 mg setiap hari, dikonsumsi terus menerus selama paling tidak 30 hari. gingko juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan mengingat. Ginkgo biloba tampaknya lebih manjur untuk lansia yang sudah mengalami kemunduran fungsi otak. Orang muda yang sel-sel tubuhnya masih optimal, termasuk sel-sel otaknya, tentu tidak terlalu membutuhkan ginkgo. Riset di Italia membuktikan, ekstrak ginkgo dapat meningkatkan aliran darah ke otak sebesar 70 persen pada orang lanjut usia.

Ginkgo biloba juga berpotensi membantu meringankan penyakit alzheimer tahap awal. Dengan dosis 80 mg tiga kali sehari, penderita alzheimer menunjukkan perbaikan dalam ingatan, perhatian, dan unjuk kerja psikomotor.

Konsumsi 120 mg ginkgo biloba per hari secara teratur dapat mengobati demensia tahap awal. Demensia adalah keadaan ketika seseorang mengalami penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir.

Selain gangguan daya ingat, kelompok lanjut usia juga sering merasakan nyeri kaki, nyeri pinggul, dan para pasien mampu berjalan lebih lama setelah diberi ginkgo.

Efek positif ginkgo tidak bisa langsung dirasakan. Perlu waktu 4-6 minggu khususnya untuk memperbaiki ingatan jangka pendek. Beberapa penelitian bahkan menganjurkan waktu konsumsi sedikitnya tiga bulan.

Untuk merasakan manfaatnya, ginkgo harus dikonsumsi terus-menerus. Bila tidak, aliran darah yang membawa oksigen akan kembali terganggu. Karena itu, minum ginkgo biloba harus dilakukan dengan disiplin kuat.

Ginkgo juga dapat membantu mengontrol pembentukan plak pada jaringan arteri darah akibat konsumsi kolesterol berlebihan. Dengan demikian, aliran darah ke otak dan jantung tetap berjalan baik, sehingga risiko stroke dapat diminimalkan.
Ginkgo biloba juga memiliki kemampuan antioksidan untuk melawan proses penuaan seperti kerusakan retina mata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar