Tuesday, 30 April 2013

Kera Hitam (Tracyphitchecus auratus)

Kera Hitam (Tracyphitchecus auratus) yang di Bali dikenal dengan sebutan budeng, di Indonesia kera hitam (budeng) ini, memiliki tiga subspesies, yaitu :
  1. T. auratus sondaicus di Jawa Barat,  
  2. T. auratus auratus di Jawa timur  
  3. Trachypitechus auratus kohlbruggei di Bali dan Lombok.
Kera Hitam dewasa memiliki warna rambut hitam sampai hitam keperakan. Perbedaan antara betina dan jantan terletak pada bagian Velvik (selangkangan), yaitu pada bagian pelvik betina berwarna putih pucat sedangkan pada jantan berwarna hitam. Anak yang baru lahir mempunyai bulu badan berwarna jingga dan pada bagian wajah tangan dan kaki berwarna putih yang secara berangsur-angsur berubah menjadi hitam. Proses perubahan ini terjadi antara 3 sampai 5 bulan. 

Kera Hitam jantan dewasa memiliki ukuran panjang kepala sampai badan rata-rata 571 mm (467 – 650 mm)  dan panjang ekor rata-rata 742 mm (680 – 810 mm)

Tingkah Laku

Biasanya jenis kera ini hidup berkelompok terdiri dari 30 sampai 60 ekor dan kelompok tersebut biasanya dipimpin oleh beberapa kera jantan besar yang dominan, bahkan jika jumlah makanan untuk kelompok kera ini mendukung, maka bisa berkembang sampai mencapai 300-400 ekor.

Setelah kelompok ini menjadi besar, maka akan pecah untuk membentuk kelompok baru yang lebih kecil. Besarnya kelompok ditentukan oleh sumber makanan yang tersedia dan luas kawasan hutan yang ditempatinya. Jika ruang gerak dan sumber makanan memungkinkan, sering kali terjadi sejumlah kera memisahkan diri dari kelompok besar dan membentuk kelompok baru. Masing masing kelompok akan menjaga wilayah kekuasaan teritorialnya dari intervensi kelompok lain, bahkan sampai melakukan perkelahian antar kelompok di daerah perbatasan teritorial.

Perilaku Birahi

Pemimpin kelompok pada jenas ini biasanya berambut tebal dan mempunyai taring yang panjang dan merekalah yang mendapatkan  kesempatan pertama mengawini kera betina yang sedang birahi. Apabila kera betina berahi bertemu dengan jantan yang berkuasa mereka akan melakukan perkawinan dan dapat berlangsung beberapa jam atau beberapa hari. 

Pasangan ini akan makan bersama, tidur bersama, dan kera jantan mengurus kera betina mencari kutunya pada waktu masa birahi. Kalau masa birahi sudah lewat maka yang betina akan mencari kutu jantannya. Selama perkawinan berlangsung maka jantan akan mengawini betina beberapa kali. Baru keempat aau kelima kalinya terjadi ejakulai selama 10-15 gerakan. 

Tanda-tanda betina birahi kulit kelaminnya berwarna kemerah-merahan, terjadi pembengkakan berbentuk bantalan pada vulva dan pangkal ekor . apabila kera jantan dan kera betina telah melakukan perkawinan dan terjadi pembuahan, kera betina akan mengandung, umur kandungan tersebut selama 165 – 180 hari. Berdasarkan perkawinan tersebut anak anak kera sepenuhnya dipelihara oleh induk betina.

Perilaku Mencari Makan

Kera Hitam jarang atau sedikit sekali memakan buah-buahan, mereka justru sering memakan bagian pucuk daun yang masih muda, tunas bunga, dan daun muda terutama dari jenis pohon :
  • Kihujan/Trembesi (Samanea saman)
  • Tekik (Albizzia lebbeckoides)
  • Kemloko (Phylantus emblica)
  • Pilang (Acacia leocoploea)
  • Trenggulun (Protium  javanicum)
  • Kesambi (scheleicera oleosa)
  • Kepuh (Sterculia foetida)
  • Buni (Antidesma bunius)
  • Talok (Grewia koordersiana)
  • Walikukun (Schoutenia ovata)
  • Ketapang (Terminalia cattapa)
  • Juwet Manting (Crypteronia paniculata)
  • Pacar gunung (Diospyros buxipolia)
  • Bunut (Ficus indica)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Klampok (Eugenia javanica)
  • Kilayu (Erioglosum rubiginosum)
  • Buta buta (Excoecaria agallocha)
  • Asam Jawa (Tamarindus indica)
  • Bekul (Zizypus mauritiana)
  • Kresek (Ficus rigida)
Adapun klasifikasi dari Kera Hitam tersebut adalah sebagai berikut :
  • Kingdom : Animalia
  • Sub Kingdom : Metazoa
  • Phyllum : Chordata
  • Sub Phyllum : Vertebrata
  • Classis : Mamalia
  • Sub Classis : Theria
  • Ordo : Primata
  • Sub Ordo : Antropidea
  • Familia : Ceroopithecidae
  • Genus : Trachypithecus
  • Spesies : Trachypitechus auratus kohlbruggei

 

Kera

Kera adalah anggota superfamilia Hominoidea dari ordo Primata. Dalam sistem taksonomi saat ini ada dua familia hominoid:
  • familia Hylobatidae terdiri dari 4 genus dan 12 spesies gibbon, termasuk Lar Gibbon dan Siamang
  • familia Hominidae terdiri dari orangutan, gorilla, simpanse, dan manusia
Banyak orang beranggapan bahwa kera dan monyet adalah sama. Padahal, sebetulnya kera dan monyet berbeda. Meski sama-sama berasal dari ordo primata, namun monyet dan kera berbeda familia. Perbedaan yang mencolok yaitu kera (ape) memiliki postur tubuh lebih besar daripada monyet (monkey). Selain itu, kera tidak memiliki ekor, sebagi contoh adalah lutung, sedangkan monyet memiliki ekor yang digunakan sebagai lengan tambahan untuk berayun di pohon. 
 
Monyet memiliki usia hidup yang lebih pendek dibanding kera. Jika kera dapat hidup hingga 50 tahun, rata-rata monyet hanya mencapai usia 25 tahun.
Jenis-Jenis Kera
Kera termasuk bangsa primata yang terdiri dari empat jenis, yaitu gorila (gibon), simpanse, orang utan (pongo), dan siamang. Jenis-jenis kera ini hidup di hutan dengan makanan pokok dedaunan, kacang, buah-buahan, dan ada juga yang memakan serangga. Gorila dan simpanse hanya hidup di Benua Afrika, sedangkan orang utan dan siamang hidup di Asia Tenggara.
Keempat jenis kera itu memiliki karakteristik berbeda antara satu dengan yang lainnya walaupun semuanya termasuk ke dalam jenis-jenis kera.
Gorila
Gorila adalah jenis kera (primata) terbesar di antara tiga jenis lainnya. Memiliki wajah yang paling sangar dibanding yang lainnya. Berwarna cokelat cenderung hitam dengan rambut tebal dan kaku. Hewan ini memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Namun, gorila masih berjalan menggunakan kedua kaki dan kedua tangannya. Uniknya, gorila memiliki tangan yang lebih panjang dibanding kakinya.
Telinganya kecil, namun memiliki tubuh yang berotot besar. Gorila tergolong hewan yang memakan segala atau dinamakan omnivora. Selain memakan sayuran, ia merupakan hewan yang memakan serangga. Ia hidup dengan keluarganya. Biasanya, jika akan tidur, ia akan menyiapkan tempat tidur yang terbuat dari dedaunan, tangkai, atau dari rerumputan.
Simpanse
Simpanse adalah spesies kera yang masuk ke dalam genus Pan. Ia hidup di hutan tropis di Benua Afrika. Kulitnya berwarna hitam kecoklatan dengan bulu hitam. Kera jenis simpanse termasuk anggota keluarga Hominidae. Kera jenis ini memiliki kecerdasan tinggi. Itulah sebabnya simpanse sering dijadikan hewan percobaan oleh manusia, terutama untuk mencoba teknologi-teknologi baru yang nantinya akan digunakan manusia.
Orang Utan
Orang utan yang jumlahnya terbanyak berada di Kalimatan. Berwarna cokelat kemerah-merahan dan memiliki kepala bulat. Bagian kepalanya terlihat walaupun tertutup rambut karena rambutnya jarang-jarang, tidak setebal jenis lainnya. Terutama, jika ia masih kecil. Jika sudah matang secara seksual, orang utan jantan akan memiliki pelipis yang gemuk di kedua pelipisnya.
Kekerabatannya dekat dengan manusia sehingga memiliki kesamaan DNA sebesar 96,4% dengan manusia. Hal itu membuat orang utan memiliki banyak kemiripan dengan manusia, seperti bentuk dan jumlah jari tangan dan kaki, indera yang dimiliki, maupun bentuk telapak tangannya. Tingginya bisa mencapai 1,5 meter.
Siamang
Ciri khas kera ini memiliki wajah berbentuk cincin dan berwarna putih. Tubuhnya ditutupi rambut lebat, kecuali di bagian wajah, telapak tangan dan kaki, dan ketiak. Siamang berwarna hitam legam berlengan panjang dan hidup pada pohon-pohon. Mereka hidup hanya pada kelompok kecil, paling banyak 3 ekor dan tidak memiliki tempat tidur khusus seperti kera lainnya.
Siamang termasuk jenis hewan yang takut pada air seperti kucing. Suaranya sangat keras dan bisa terdengar sampai jarak 6,5 meter. Kera jenis ini sangat tangkas dalam hal bergelantungan dari pohon ke pohon. Ini disebabkan ia mempunyai anyaman antara jari kedua dan ketiganya.
Walaupun memiliki lima jari, ketika berayun di pohon, ia hanya menggunakan empat jari tangannya. Ia juga memiliki tingkat kecerdasa tinggi dibanding hewan jenis lainnya. Mereka menyapih anaknya sampai berusia satu tahun. Kera jenis ini termasuk hewan omnivora yang memakan tumbuhan maupun serangga.

Monday, 29 April 2013

Kucing Anggora

Kucing Anggora adalah kucing yang memiliki ciri-ciri berbulu panjang dan tebal di sekitar leher, perut dan terutama di bagian ekornya, bentuk mukanya segitiga, berbadan tegap, tinggi, langsing, panjang, lentur dan luwes, serta memiliki kaki dan ekor lebih panjang dari kucing-kucing pada umumnya.

Kucing Anggora sudah ada dan dikenal sejak abad ke-16. Kucing Anggora yang berbulu panjang ini, mempunyai sejarah yang paling tua. Melihat namanya, kucing ini memang berasal dari Turki, dan nama angora diambil dari nama ibukota Turki, Angora (Ankara). Menurut hikayat bangsa Turki, asal-usul Kucing Anggora diturunkan oleh seorang dewa, bernama Kai Mol, yang menjelma menjadi seekor kucing berbulu putih dan bertelinga tuli.

Tren kucing Anggora dimulai sejak abad ke-17, sejak Pietro Delle, seorang berkebangsaan Italia, membawa seekor Kucing Anggora ke dalam istana raja Italia. Sejak saat itu, Kucing Anggora menjadi hewan popular di daratan Eropa. Kepopuleran Kucing Anggora mencapai puncaknya pada saat Louis XV, raja Perancis, yang dikenal sebagai pecinta kucing, memelihara beberapa Kucing Anggora di dalam istananya yang megah, Versailles.

Ketenaran Kucing Anggora bertahan sampai abad ke-19, karena pada saat ini muncul jenis kucing baru, yang bernama kucing Persian, yang sama-sama berbulu panjang dan putih. Sejak munculnya kucing Persian tersebut, populeritas Kucing Anggora langsung melorot, dan perlahan-lahan mulai dilupakan orang.

Setelah perang dunia II, para peternak kucing dari Eropa dan Amerika, membawa kucing Anggora dari Turki untuk diternakkan, sehingga keberadaan kucing ini tidak sampai punah. Pada tahun 1970, kucing Kucing Anggora pertama kali dimunculkan di ajang American CFA. Tahun 1973, jenis kucing Turkish Anggora baru mendapat pengakuan dari CFA (Cat Fanciers Association).

Ciri-ciri 

1. Kucing angora berhidung mancung dan nampak manis.
2. Kucing angora dikenal sebagai kucing yang cerdas karena memiliki sifat keingin tahuan yang besar.
3. Mempunyai ukuran badan sedang dengan tubuh relatif besar, panjang dan langsing.
4. Kaki dan ekornya panjang.
5. Ekornya berbulu tebal dan mengembang seperti ekor musang.
6. Keseluruhan kepala berbentuk seperti segitiga, dengan telinga lebar dan menunjuk.
7. Matanya besar berbentuk kacang almond.
8. Warna bulunya bermacam-macam seperti : putih, hitam, coklat, tricolor/blangtelon [putih, hitam, kuning kecoklatan], kuning, kemerahan dan lainnya.

Merawat Kucing Anggora

1.   Menyiapkan Kandang

Kondisi kandang dibuat sedemikian rupa, sehingga kucing memperoleh kenyamanan, keamanan, dan lingkungan yang sehat, agar kucing memiliki tempat yang khusus dimana dia tidur dan melakukan aktifitas lain seperti makan atau membuang kotoran.

2.    Memilih Kucing yang Bersertifikat

Dengan membeli kucing di tempat yang khusus serta memiliki sertifikat maka sudah dapat kucing tersebut memiliki silsilah yang baik dan jelas keturunannya.

3.    Perhatikan kesehatan kucing
Ada beberapa ciri-ciri kucing anggora yang sehat yaitu :
  • Kucing anggora yang sehat jika dipegang ekornya maka akan langsung merespon walaupun saat sedang tertidur. Hal ini dikarenakan, walaupun kucing anggora kucing angora menghabiskan 2/3 waktunya untuk tidur, tapi kucing merupakan  hewan yang selalu waspada.
  • Kucing anggora yang sehat memiliki bulu yang lebat. Maka jika kucing anggora memiliki bulu yang jarang-jarang, kemudian mudah rontok, apalagi memiliki borok di beberapa kulitnya maka sudah dipastikan bahwa kucing tersebut mengidap penyakit.
  • Kucing anggora yang sehat tidak memiliki kutu. Jika seekor kucing memiliki kutu, maka secara tidak langsung dapat menunjukkan bahwa kemungkinan kucing memiliki penyakit cacingan.
  • Kucing yang sehat akan memiliki kotoran yang padat sedangkan kotoran kucing yang sakit akan cenderung encer atau cair.

Perlu diperhatikan bahwa nenek moyang kucing termasuk kucing anggora memiliki hubungan yang tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan peliharaan lain. Maka tidak sedikit kucing yang kurang akrab dengan pemiliknya, tetapi hal ini akan berbeda jika Anda merawat kucing anggora semenjak kecil dan memberi perhatian yang baik maka kucing akan senantiasa dekat dengan Anda.

Burung Kolibri (Hummingbird)

Diperbaharui : 28 September 2012
 


Burung Kolibri (Hummingbird) adalah burung mungil yang pandai terbang dan merupakan salah satu burung yang sangat indah dan menarik. Terdapat lebih dari 300 spesies burung kolibri dengan warna yang bermacam-macam. sekitar 8 spesies diantaranya banyak dijumpai di Indonesia. Burung Kolibri termasuk dalam keluarga Trochilidae. Mereka masuk dalam kelompok burung kecil, dan salah satu jenis kolibri, yakni Kolibri Lebah, adalah merupakan burung terkecil di dunia yang pernah ditemukan.
Suara burung kolibri meski jarang terdengar, tapi sangat khas, mirip dengan suara pleci. Hal ini karena suara yang dominan adalah suara dengungan yang dibuat oleh sayapnya.

Mereka juga dapat terbang mundur, dan merupakan satu-satunya kelompok burung yang bisa melakukan hal itu. Nama Inggris mereka diambil dari karakteristik dengungan yang dibuat oleh sayap yang mereka kepakkan dengan cepat. Mereka dapat melayang-layang di udara dengan mengepakkan sayapnya 12-90 kali per detik (tergantung dari spesies).  Kolibri dapat terbang dengan kecepatan lebih dari 15 m/ detik (54 km / jam, 34 mil / jam). 


Selama musim perkawinan, kebanyakan jenis jantannya menyatakan perasaan dengan kicauan gembira seraya terbang mondar-mandir di depan sang betina. Beberapa jenis burung kolibri, mempunyai nyanyian merdu dengan kekuatan yang menakjubkan. Sedangkan burung kolibri betina, untuk menarik perhatian pejantannya, mereka akan terbang berkelompok dengan kecepatan tinggi dan kemudian melakukan akrobat di udara, seperti pada pesawat jet.
Burung kolibri hanya bertelur 2 buah dengan warna putih bersih tanpa ada bercak sama sekali. Telur tersebut ditempatkan di dalam sarang yang dibuat secara terampil dari bulu halus tanaman atau terikat pada tempatnya jaring laba-laba. Sisi luar sarang biasanya berhiaskan lumut kerak dan sedikit lumut daun. 

Kebanyakan kolibri memiliki paruh yang panjang dan lurus atau hampir lurus, tapi dalam beberapa jenis bentuk paruhnya pendek sebagai kebutuhan untuk memberi makan anak-anaknya. Ketika kolibri memakan nektar, paruh hanya dibuka sedikit, dan dia memasukkan palung seperti lidah yang bagai anak panah menusuk keluar dan masuk ke bagian dalam bunga untuk mengambil nektar. Seperti burung pemakan nektar lainnya dan tidak seperti burung-burung jenis lain, kolibri minum dengan menggunakan protrusible berlekuk atau palung-seperti lidah. 

Burung kolibri harus mengunjungi ratusan bunga dalam keseharian mereka untuk kebutuhan makan. Kolibri tidak menghabiskan sepanjang harinya dengan terbang, karena akan menyedot banyak energi. Kolibri mampu memperlambat metabolisme mereka pada malam hari, atau kapan pun ketika makanan tidak tersedia. Jadi mereka menghabiskan rata-rata 10-15% dari waktu mereka untuk makan dan sisanya 75-80% untuk bertengger dan mencerna makanan. Kolibri harus banyak makan, seperti makan banyak invertebrata kecil dan makan nektar dalam jumlah lima kali berat badan mereka sendiri dalam sehari.  

Burung yang Kuat Makan



Tidak seperti kebanyakan burung lainnya, burung kolibri tidak makan biji-bijian, melainkan dari sari bunga, atau tanaman merambat yang berbau harum, sedangkan untuk burung kolibri yang dipelihara, dapat diberikan makan makanan jadi, atau membuat sendiri. 

Burung Kolibri termasuk burung yang menghabiskan jumlah energi yang luar biasa setiap hari. Kolibri yang sangat kecil, biasanya dengan berat antara 3 dan 7 gram, tetapi energi yang mereka butuhkan untuk hidup cukup besar, utamanya untuk menggerakkan sayapnya yang begitu cepat, aktivitas yang sangat tinggi, dan jam biologis mereka berjalan sangat cepat. Laju denyut jantung dalam kolibri terbang dapat mencapai hingga lebih dari 1200 kali per menit.

Itulah sebabnya, burung kolibri sering disebut sebagai pemakan yang rakus, karena mereka harus makan sangat sering, terbang dari bunga ke bunga mengumpulkan nektar, yang merupakan sumber utama energi mereka. Selain karena aktifitasnya yang sangat tinggi, kapasitas perut mereka yang kecil, dan tidak bisa menahan terlalu banyak makanan sekaligus. menyebabkan mereka harus makan sangat sering agar tidak kelaparan. Dalam satu jam, burung kolibri bisa makan 5 - 14 kali. 


Paruh bagian bawahnya yang elastis menjadi rahasia mengapa burung ini begitu rakus. Selain bisa membuka hingga 25 derajat, bagian dasar paruhnya juga bisa melebar.Dan setelah terbuka, paruhnya dengan cepat akan menutup kembali. Cara menangkap mangsa yang elastis inilah yang membuat kolibri dapat menangkap serangga terbang dalam hitungan kurang dari 1/100 detik, dengan kecepatan dan kekuatan paruh yang luar biasa.

Kolibri minum nektar, cairan manis di dalam bunga. Seperti lebah, mereka mampu menilai jumlah gula dalam nektar yang mereka makan; mereka tidak mendekati jenis bunga yang menghasilkan madu yang kadar gulanya kurang dari 10% dan lebih menyukai bunga dengan kadar gula yang tinggi. Di samping mengandung air, nektar juga mengandung sukrosa, glukosa dan fruktosa, yang semuanya adalah bentuk berbeda dari gula. Nektar adalah sumber makanan yang miskin nutrisi, sehingga kolibri memenuhi kebutuhan protein, asam amino, vitamin, mineral, dll dengan makan serangga dan laba-laba, terutama ketika mereka memberi makan anak-anaknya. 

Jadi kalau Anda mau memberikan makanan yang tepat untuk kolibri adalah air gula, bentuk makanan yang paling dekat dengan jenis pakan harian mereka. Tetapi jika akan membuat pakan sendiri, dapat dicoba dengan campuran air gula dengan perbandingan 1 bagian gula dan 4 bagian air. Didihkan saja air dan perlahan-lahan tambahkan gula. Biarkan mendidih selama beberapa menit, kemudian angkat dari kompor dan biarkan sampai dingin. Air gula seperti ini bisa disimpan di dalam lemari es.

Jangan tambahkan bahan makanan lain ke dalamnya, apalagi jenis-jenis larutan atau makanan berpewarna makanan. Ini tidak baik untuk burung. Juga jangan tambahkan pemanis lain. Pakai gula pasir biasa sudah cukup dan baik. Kalau menggunakan madu, maka bisa terfermentasi dan tidak bagus untuk kolibri.

Jika menggunakan feeder (wadah pakan burung untuk diberikan kepada burung-burung di kebun), pastikan wadah pakan ini dicuci setiap beberapa hari untuk mencegah tumbuhnya jamur.

Pada suatu waktu tertentu selama periode aktivitas mereka, burung ini sangat mudah mengalami kematian jika mereka mengalami kelaparan. Jadi persoalan makanan adalah masalah kelangsungan hidup utama bagi mereka.

Manusia biasanya makan sekitar 2% hingga 4% dari berat badan mereka sendiri setiap hari. Bandingkan dengan makan dari burung kolibri, yang dalam keadaan normal harus makan lebih dari 500% berat badannya sendiri setiap hari hanya untuk bisa bertahan hidup. Untuk alasan ini, memberikan energi yang tinggi berupa air gula dalam makanan mereka adalah salah satu hal terbaik. 


Honduran Emerald



Honduran Emerald adalah salah satu spesies burung kolibri dalam keluarga Trochilidae. Honduran Emerald ini ditemukan hanya di Honduras. Habitat alaminya adalah lahan semak kering subtropis atau kering tropis dan subtropis atau hutan tropis. Honduran Emerald ini terancam oleh hilangnya habitat dan deforestasi.

Galeri Gambar



















Saturday, 27 April 2013

Kumbang Rusa (Lucanus cervus)


Kumbang Rusa (Stag beetle = Lucanus cervus) adalah salah satu spesies dari kumbang tanduk yang berasal dari family Lucanidae. Kumbang ini dikenal karena adanya sepasang capit besar, yang berada di dekat mulutnya. Capit besar yang menakutkan tersebut hanya dimiliki oleh kumbang rusa jantan, tetapi capit ini tidak dapat mengatup sempurna dan hanya digunakan sebagai alat menarik perhatian lawan jenis atau untuk bergulat dengan jantan lain saat memperebutkan kumbang betina, saat musim kawin.

Kumbang rusa jantan yang telah dewasa, khususnya pada sekitar bulan Mei sampai Agustus, akan tampak bersayap dan aktif terbang untuk mencari kumbang betina, utamanya pada saat malam di musim panas yang hangat. Kumbang dewasa biasanya hanya hidup beberapa minggu dan keberadaan kumbang dewasa ini, utamanya adalah untuk masa kawin.

Kumbang rusa hidup di lubang-lubang di pohon-pohon tua atau batang-batang pohon yang sudah mati, baik di hutan-hutan maupun kebun-kebun

Kumbang rusa memiliki predator alami, antara lain rubah, kucing dan burung gagak. Oleh karena populasinya yang terus menurun, di beberapa negara, seperti di Inggris, kumbang rusa termasuk satwa yang dilindung dan terdaftar pada "Annex II of the EC Habitats Directive dan Schedule 5 of the Wildlife and countryside Act 1981.

Terdapat beberapa subspesies pada kumbang rusa dan subspesies yang paling terkenal adalah:
  • Lucanus cervus cervus - Jantan: 35-92 mm, betina: 35-45 mm; asal: Eropa Barat, Tengah, Timur
  • Lucanus cervus akbesianus - jantan: 50-100 mm, betina: 40-45 mm; asal: Suriah, Turki
  • Lucanus cervus judaicus - jantan: 50-100 mm, betina: 40-50 mm; asal: Suriah, Turki
  • Lucanus cervus turcicus - jantan: 35-75 mm, betina: 35-40 mm; asal: Bulgaria, Yunani, Turki
 
Habitat
Kumbang rusa hidup di hutan hujan dimana terdapat banyak batang pohon mati yang dapat dijadikan sarang sekaligus sumber makanan larva mereka. Kumbang rusa dapat ditemukan hampir di semua benua mulai dari Asia, Australia, Amerika, hingga Eropa.

Di alam terbuka, kelelawar, tikus, burung, dan rakun adalah musuh alami kumbang rusa.

Metamorfosis

Kumbang rusa menjalani proses metamorfosis sempurna dengan 4 tahap: telur, larva, kepompong, dan imago. Lama proses metamorfosis pada kumbang badak atau kumbang rusa bervariasi antara 4 - 6 tahun, tergantung spesies dan lingkungan. Di Indonesia yang beriklim tropik, proses metamorfosis kumbang badak berlangsung cenderung lebih cepat dibanding spesies kumbang badak dari negara dengan 4 musim. 

Pada saat proses metamorfosis telah sempurna, yang biasanya terjadi pada saat musim semi, kumbang jantan akan muncul lebih dulu dibanding kumbang betina

Telur
 
Induk betina biasanya meletakkan sekitar 50 butir telur berwarna putih dengan ukuran diameter 3 mm pada tempat yang aman seperti batang pohon mati atau di dalam tanah. Setelah 2 minggu telur-telur akan menetas menjadi larva yang bentuknya mirip ulat berwarna pucat, dengan 3 pasang kaki di bagian depan tubuhnya.

Larva
 
Larva kumbang rusa di beberapa daerah biasa disebut uret. Perkembagan larva atau uret ini sangat lambat. Hal ini disebabkan minimnya persediaan nutrisi pada bahan makanan larva. Perbedaan ukuran kumbang dewasa sangat mungkin disebabkan oleh perbedaan persediaan makanan saat menjadi larva ini. 

Larva kumbang rusa akan berbentuk seperti huruf C, memiliki 6 buah kaki dan tidak bisa melihat alias buta. Pada kaki-kakinya terdapat semacam sisir, sebagai alat untuk berkomunikasi dengan larva lainnya. Uret yang baru menetas berwarna putih dan akan terus tumbuh membesar dan berganti kulit dua kali sebelum menjadi pupa/kepompong. Uret besar yang siap menjadi kepompong berwarna putih kekuningan, dengan warna bagian ekor agak gelap dan warna kepala merah kecoklatan. Uret berukuran panjang 7-10 cm dan terdapat bulu-bulu pendek di sekujur permukaan tubuh. Stadium larva berlangsung selama 4-5 bulan.

Larva kumbang rusa merupakan sumber protein tinggi (40%). Kandungan proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan daging ayam (20%), daging sapi (18%) atau telur ayam (13%).

Kepompong

Ukuran kepompong lebih kecil dari larvanya (5-8 cm). Terjadi 2 fase pada tahap ini, fase pertama berlangsung selama 1 bulan, merupakan perubahan larva menjadi pupa, dan fase kedua berlangsung selama 3 minggu, merupakan perubahan pupa menjadi dewasa.

Kepompong dari kumbang rusa berwarna kemerahan dan memiliki bentuk menyerupai kumbang dewasa sehingga dari wujud kepompongnya dapat diketahui jenis kelamin kumbang yang akan keluar, jika terlihat ada bentuk tanduk maka pupa akan berubah menjadi kumbang rusa jantan dan sebaliknya.

Makanan

Kumbang rusa dewasa suka memakan pucuk (umbut) kelapa, getah pohon dan buah-buahan manis (apel, tebu, mangga, pisang) sementara larva makan kayu lapuk.

Kumbang rusa merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman kelapa, kelapa sawit dan tanaman palem lainnya. Kumbang rusa menggerek pucuk pohon kelapa sawit yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan dapat mematikan tanaman.

Galeri Gambar