Monday, 18 February 2013

Palenque


Palenque adalah kota pada masa kejayaan orang Maya,  yang berkembang pada abad ke-7. Palenque terletak 130 km sebelah selatan Ciudad del Carmen dan berada di dekat Sungai Usumacinta di negara bagian Chiapas, Meksiko. Kota muno ini terletak pada ketinggian 150 m di atas permukaan laut, dengan curah hujan mencapai 2.160 mm per tahun.

Sebelum ditemukan dan dilakukan penggalian kembali, lokasi dimana reruntuhan Paenque berada, telah menjadi hutan yang lebat dengan ditumbuhi berbagai pepohonan seperti cedar, mahoni, pohon sawo dan sebagainya. Tetapi setelah digali, sekarang menjadi situs arkeologi yang terkenal dan menjadi daya tarik bagi ribuan wisatawan.

Palenque adalah sebuah situs berukuran sedang, jauh lebih kecil dibandingkan situs besar seperti Tikal atau Copán, tetapi berisi beberapa arsitektur terbaik seperti, patung, sisir atap dan relief ukiran bangsa Maya. Sebagian besar sejarah Palenque telah direkonstruksi berdasarkan prasasti hiroglif di banyak monumen. Sejarawan sekarang memiliki urutan panjang dari dinasti yang berkuasa dari Palenque di abad ke-5 dan pengetahuan luas tentang persaingan kota-negara dengan negara lain seperti Calakmul dan Tonina. Penguasa yang paling terkenal di Palenque adalah Pacal Agung, yang makamnya telah ditemukan dan digali di Kuil Prasasti .
 
Pada tahun 2005, daerah yang ditemukan baru mencapai 2,5 km ² (1 sq mi), itupun diperkirakan masih kurang dari 10% dari total luas kota ini, yang akan dieksplorasi, dan meninggalkan lebih dari seribu struktur yang masih tertutup oleh hutan.

Situs Palenque telah ditinggalkan oleh orang Maya selama beberapa abad, ketika penjelajah Spanyol tiba di Chiapas pada abad ke-16. Orang Eropa pertama yang mengunjungi reruntuhan dan mempublikasikan situs ini adalah imam Pedro Lorenzo de la Nada, pada tahun 1567. 

Pada saat itu orang Maya lokal "Chol" menyebutnya Otolum yang berarti "Tanah dengan rumah-rumah yang kuat", dan de la Nada  diterjemahkan secara kasar untuk memberikan situs ini nama "Palenque" (dari bahasa Catalan "palenc", "palisade") yang berarti "fortifikasi" dalam bahasa Spanyol (antara lain). Palenque juga menjadi nama untuk kota Santo Domingo de Palenque.
 
Sebuah nama kuno untuk pusat kota saat ini, yang telah dikonsolidasikan adalah Lakam Ha, yang diterjemahkan sebagai "Big Water", yang merujuk pada berbagai mata air dan air terjun yang luas, yang ditemukan di dalam situs tersebut. Palenque adalah ibukota periode Klasik yang penting bagi bangsa Maya.

1 comment:

  1. Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan, Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita semua, cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya, Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses, Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet KLIK DISINI DUNIA GHAIB

    ReplyDelete