Selasa, 23 Agustus 2011

Tehnik Menjual

Kegiatan menjual bisa saja dalam rangka mejual ide, menjual jasa, menjual peluang atau menjual apa saja, yang penting bagaimana yang kita maui bisa dibeli atau dituruti oleh orang lain.

Dalam kegiatan menjual, selain ada sesuatu yang akan dijual baik dalam bentuk barang atau dalam bentuk apapun, diperlukan suatu metode atau tehnik bagaimana cara untuk menjualnya. Tanpa mengetahui secara tepat cara atau teknik menjual barang, jasa atau ide, maka kegiatan menjual tersebut akan banyak gagalnya ketimbang lakunya. Padahal barangnya bagus, idenya cemerlang atau mungkin peminatnya sebetulnya cukup banyak.

Bagi seorang pengusaha, menjual produk adalah suatu keharusan, bukan pilihan. Itu adalah salah satu kemampuan dasar seorang pengusaha yang harus dimiliki. Pada saat anda hendak menjual produk, pembeli akan berusaha untuk melakukan negosiasi (baca : menawar). Pertanyaannya adalah, bagaimana cara menghadapi pembeli yang selalu berkeinginan untuk menawar produk yang kita jual?

Kita atau tim penjualan dapat mencoba mempraktekkan 9 teknik penjualan di bawah ini, yang bisa dipakai kapan saja. Tapi ingat, sebaik-baiknya kita mempraktekan teknik penjualan tersebut, tetap saja ada yang tidak berhasil.

Bukan karena cara atau teknik penjualan-nya yang buruk atau, tetapi sudah demikian adanya bahwa segalanya tidak mungkin sempurna.

  1. Kita harus benar-benar menguasai produk yang akan dijual. Bila kita menguasai kelebihan dan kekurangan produk kita dengan baik, maka akan relatif lebih mudah untuk menggiring konsumen mengikuti apa yang kita inginkan.

  2. Kuasai dan pelajari lokasi atau daerah pemasaran dari produk atau jasa yang akan dijual. Apakah ramai dari pembeli, klas atau gaya hidup dari pembeli, tingkat persaingan didaerah tersebut.

  3. Bagaimana kondisi dengan barang yang jenisnya sama dengan yang akan dijual. Apakah laku atau tidak, apakah lebih baik dari produk kita, apakah lebih mahal atau murah dsb.
  4. Gali potensi dan kebutuhan calon konsumen. Setelah itu kita arahkan supaya produk yang kita tawarkan itu bisa menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhannya.

  5. Gunakan selalu tutur kata yang baik, sopan dengan bahasa tubuh yang proposional. Pastikan kita tulus dan ikhlas untuk membantu memenuhi kebutuhannya.

  6. Kita harus yakin bahwa produk yang sedang kita tawarkan sangat penting dan sangat berarti bagi konsumen.

  7. Jadilah selalu sebagai orang yang bisa dipercaya. Kita harus bisa memegang komitmen dengan baik dan menjalankan komitmen itu seperti yang sudah direncanakan.

  8. Bila memenuhi kendala atau masalah dalam hal sudah terjadi komitmen dengan pembeli pelanggan. Kita harus terus terang dan mempertanggung jawabkan segala resiko yang mungkin akan timbul dengan semestinya.

  9. Carilah selalu titik temu yang optimum dalam setiap negosiasi yang kita jalankan dengan konsumen, supaya semua puas.

  10. Hindari menjual berdasarkan belas kasihan konsumen. Kita harus mengarahkan pembeli pada satu keputusan membeli secara rasional, bukan atas dasar belas kasihan.

  11. Selalulah berusaha melayani dengan sesempurna mungkin supaya pelanggan akan sangat bergantung dengan kita. Teknik penjualan yang ini harus dilakukan seproposional mungkin.
  12. Keuntungan sedikit, tapi berkesinambungan. Mendapatkan keuntung yang besar namun sesaat tidaklah bijaksana jika dibandingkan mengambil keuntungan sedikit dari harga namun berkesinabungan dan mempunyai kesempatan untuk mengusai pasar. Nah kalau pasar sudah dapat dikuasai, pelanggang sudah banyak, produk sudah dikenal umum. Maka soal harga berikutnya, itu sih terserah anda.
  13. Subsidi silang. Subsidi silang diartikan bahwa sipenjual mejual produk yang satu dengan murah sementara produk yang lain lebih mahal. Atau yang satu rugi yang lain untung besar.

1 komentar: