Minggu, 08 Mei 2011

Macam-macam Tulang


Tulang adalah bagian dari tubuh yang bila tersusun sedemikan rupa dan dengan sistem tertentu akan membentuk Rangka. Menurut jaringan penyusun dan sifat-sifatnya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. 

Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan yang disebut kondroblas, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur.. Sel-sel ini akan mengeluarkan matriks yang disebut kondrin. Lama-kelamaan kondroblas akan terkurung oleh matriksnya sendiri dalam ruangan yang disebut lakuna. Di dalam lakuna terdapat kondroblas yang bersifat tidak aktif disebut kondrosit (sel tulang rawan).

Tulang rawan terdapat sejak masa embrio, anak-anak sampai pada usia dewasa. Tulang rawan pada masa embrio dan anak-anak berbeda dengan tulang rawan pada orang dewasa. Tulang rawan pada embrio dan anak-anak berasal dari mesenkim dan lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan (kondroblas). Pada embrio, bagian dalam tulang rawan berongga dan berisi sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas.

Sementara itu, tulang rawan orang dewasa lebih banyak mengandung matriks dan berasal dari perikondrium (selaput tulang rawan) yang mengandung kondroblas.  Tulang rawan pada orang dewasa hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu. Matriks pada tulang rawan umumnya berupa hialin yang homogen dan jernih. Matriks yang berserabut lebih banyak mengandung zat kolagen (zat perekat tulang).

Tulang rawan dibedakan menjadi :
  • Tulang rawan hialin, merupakan bentuk tulang rawan terbanyak.Tulang rawan ini mempunyai matriks yang homogen dan bersifat halus serta transparan.Tulang rawan hialin terdapat pada cincin batang tenggorokan (Trakea), cuping hidung, persendian, dan antara tulang rusuk, dan tulang dada.
  • Tulang rawan Fibrosa bersifat kurang lentur. Matriksnya mengandung serat kolagen yang tidak teratur, dan terdapat pada antar ruas tulang belakang.
  • Tulang Rawan Elastis bersifat lentur,matriksnya mengandung serat elastis bercabang-cabang,dan terdapat pada epiglotis dan daun telinga.
Contoh tulang rawan yang lain adalah pada ujung tulang persendian, taju pedang, dan lain-lain.

Tulang Keras (Tulang sejati = Osteon)

Tulang sejati bersifat keras dan matriksnya banyak mengandung kalsium dan fosfat. Matriks tulang juga banyak mengandung zat perekat. Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka. Di dalamnya terdapat jaringan-jaringan seperti sarang lebah yang sangat keras dan kuat, pada bagian tengah tulang terdapat sumsum tulang yang bertugas membuat sel darah merah dan sel darah putih.

Tulang keras merupakan kumpulan sel tulang yang mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfat. Kedua zat ini menyebabkan tulang menjadi keras. Pada tulang keras, osteoblas pada lakuna menjadi tidak aktif dan disebut osteosit (sel tulang). Antara lakuna satu dengan lakuna lainnya dihubungkan oleh kanalikuli. Di dalam kanalikuli terdapat sitoplasma dan pembuluh darah yang bertugas memenuhi kebutuhan nutrisi osteosit.

Tulang keras dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak (tulang padat) dan tulang spons (tulang berongga). Pada Gambar dibawah, tampak bahwa tulang kompak (tulang padat) mempunyai matriks tulang yang rapat dan padat, misalnya pada tulang pipa.

Tulang spons matriksnya berongga. Rongga-rongga pada tulang spons diisi oleh jaringan sumsum tulang. Apabila berwarna merah berarti mengandung sel-sel darah merah, misalnya pada epifisis tulang pipa. Apabila berwarna kuning berarti mengandung sel-sel lemak, misalnya pada diafisis tulang pipa. Contoh tulang spon adalah tulang pipih dan tulang pendek.

Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang.

Menurut bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipih, tulang pendek, dan tulang pipa.

Tulang pipih

Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Tulang pipih terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras (kompakta)  yang disebut lamina eksterna dan interna osiskrani. Di antara keduanya dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa, seperti  bunga karang (spons), yang disebut diploe, yang di dalamnya berisi sumsum merah sebagai tempat pembentukan sel-sel darah. Tulang-tulang pipih berperan dalam melindungi organ tubuh. Tulang pipih terdapat pada tulang tengkorak, belikat, rusuk, tulang dada, dan tulang wajah.

Tulang pendek

Tulang pendek berbentuk bulat atau kubus dan berukuran pendek, tidak beraturan, misalnya terdapat pada tulang pergelangan tangan, pangkal lengan, pergelangan kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. Tulang ini memiliki inti tulang spongiosa yang dikelilingi tulang kompakta.

Tulang pendek diselubungi jaringan padat tipis.Tulang pendek sebagian besar terbuat dari jaringan tulang jarang, karena diperlukan sifat yang ringan dan kuat. Karena kuatnya, maka tulang pendek mampu mendukung bagian tubuh, seperti terdapat pada tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki dan ruas-ruas tulang belakang.

Tulang pipa

Tulang pipa berbentuk bulat panjang. Tulang pipa dijumpai pada anggota gerak. Setiap tulang pipa terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkan adanya pergerakan. Di bagian tengah terdapat rongga besar yang berisi sumsum kuning dan banyak mengandung zat lemak.

Bagian-bagian dari tulang pipa, antara lain sebagai berikut.
  1. Epifisis, yaitu kedua ujung tulang yang membesar seperti bonggol 
  2. Diafisis, yaitu bagian tengah tulang di antara dua epifisis 
  3. Cakra epifisis, yaitu sambungan epifisis dan diafisis, berupa lempengan tulang rawan. Jika cakra epifisis masih aktif, maka tulang pipa masih dapat memanjang. Cakra epifisis tidak aktif lagi sekitar umur 20 tahun. 
  4. Tulang rawan daerah sendi.
  5. Kanalis medularis, yaitu rongga memanjang di dalam diafisis yang diisi oleh sumsum tulang kuning. 
  6. Periosteum, yaitu selaput yang menyelimuti bagian luar tulang. Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot-otot skeleton ke tulang dan berperan dalam nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusuk.
Contoh tulang pipa adalah tulang paha, tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan, dan tulang betis.

Tulang tak berbentuk

Tulang tak berbentuk memiliki bentuk yang tidak teratur. Tulang ini tidak memiliki bentuk, seperti pipa, pendek, atau pipih. Contoh tulang tak berbentuk, yaitu tulang wajah dan tulang belakang.

Fungsi Tulang

Tulang merupakan alat gerak yang memiliki peranan penting bagi manusia karena tulang-tulang pada  manusia selain menyusun rangka, juga memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah:
  1. Memberi bentuk tubuh
  2. Melindungi alat (organ-organ) tubuh yang vital
  3. Menahan dan menegakkan tubuh, Menunjang tegaknya tubuh
  4. Tempat melekatnya otot rangka (skelet)
  5. Sumsum merah tulang membentuk sel-sel darah merah, Tempat pembentukan sel-sel darah Merah
  6. Sebagai cadangan (penimbunan) mineral terutama Calsium dan Fosfat
  7. Tempat menyimpan energi, yaitu simpanan lemak yang ada di sumsum kuning

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar