Kamis, 25 November 2010

Peta


Peta adalah gambaran permukaan bumi yang dibuat pada bidang datar dengan skala tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut Kartografi, sedangkan orang yang ahli dalam mebuat peta disebut Kartograf. Kumpulan peta-peta yang dibukukan disebut Atlas.

Fungsi
 
Peta berfungsi menggambarkan keadaan suatu wilayah atau daerah baik secara luas maupun sempit. Perbedaan luas atau sempitnya gambar pada peta tergantung skala gambar yang dipakai. Berikut adalah beberapa fungsi peta:
  • menunjukkan lokasi tertentu di permukaan bumi 
  • melukiskan luas dan peta geografisnya 
  • menggambarkan luas dan bentuk kenampakan di permukaan bumi secara alami 
  • menentukan arah serta jarak suatu tempat 
  • menampilkan persebaran sifat-sifat alami dan bukan alami 
  • menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat
  • dapat digunakan untuk menyimpulkan data atau informasi geografis 
  • dapat digunakan untuk memperkirakan pertukaran barang, kegiatan industri, arus produksi, dan arus pergerakan manusia

Komponen-komponen Peta
 
Komponen peta adalah bagian-bagian yang terdapat dalam suatu peta, yang terdiri dari:
  • Judul: mencerminkan isi dan tipe peta dan biasanya diletakkan di bagian atas peta
  • Skala: perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan.Skala berfungsi untuk menghitung dengan tepat jarak sebenarnya antara tempat yang satu dengan yang lainnya. Macam-macam skala, yaitu :
    • Skala angka (skala pecahan atau numeric scale), contoh: 1 : 100.000, berarti 1 cm di peta sama dengan 100.000 cm atau 1 km, jarak aslinya di lapangan.  
    • Skala garis, menampilkan suatu garis dengan beberapa satuan jarak yang menyatakan suatu jarak pada tiap satuan jarak yang ada.
    • Skala Satuan, misalnya seperti 1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inch di peta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya.
      Mengukur jarak dua tempat pada peta dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan
      penggaris, bila kedua tempat berada pada posisi lurus atau menggunakan benang, bila posisinya berliku, seperti mengukur panjang sungai.
  • Legenda: simbol-simbol atau gambar-gambar atau keterangan-keterangan mengenai kenampakan-kenampakan pokok, yang digunakan pada peta untuk menggambarkan tempat-tempat di permukaan bumi.
    Pada peta umum, simbol-simbol digunakan untuk menggambarkan atau melambangkan gunung, sungai, danau, kota, ibu kota, jalan raya, rel kereta api, bandara udara, jembatan.

    Pada peta khusus, simbol-simbol digambarkan berupa warna, tanaman, hasil bumi, dan simbol huruf.
  • Mata angin (kompas): pedoman petunjuk arah yang terdiri dari utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut. Bagai atas pada peta menunjukkan arah utara.
  • Inset: peta kecil yang terdapat pada peta yang lebih besar. tujuannya memperjelas suatu lokasi atau daerah 
  • Sumber dan tahun pembuatan: penulisan sumber peta dimaksudkan untuk mengetahui dari mana peta diperoleh. Penulisan tanggal pembuatan, sangat perlu, mengingat lokasi atau wilayah yang digambarkan dalam suatu peta senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan.
  • Garis pinggir
  • Simbol peta: bentuk atau tanda yang melambangkan atau memberikan penjelasan tertentu pada peta. Menurut bentuknya. Simbol dapat dibedakan menjadi empat yaitu:
    1. Simbol titik, menggambarkan kenampakan yang sempit. Misalnya, kota, gudang, gunung, dan pohon 
    2. Simbol garis, menggambarkan unsur-unsur kenampakan yang memanjang. Misalnya, jalan raya, jalan kereta api, sungai dan sebagainya 
    3. Simbol wilayah atau daerah, menggambarkan unsur-unsur kenampakan yang meluas atau memiliki luas. Misalnya, sawah, perkebunan, hutan, rawa, tegalan dan sebagaianya. 
    4. Simbol warna, berguna untuk menunjukkan pebedaan ketinggian tempat dan kedalaman laut. 
Masing-masing warna mempunyai arti khusus.
  • coklat : gunung atau pegunungan yang tinggi
  • merah dan hitam : menandai bentang hasil budidaya manusia, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan kota
  • putih : menandai puncak pegunungan bersalju
  • biru : menandai teluk, laut dan samudra
  • hijau : menandai dataran rendah
  • kuning : menandai dataran tinggi.

Pemberian warna peta berdasarkan tempat
 
Warna Laut   
- hijau : 0 - 200 meter dpl / ketinggian
- kuning : 200 - 500 meter dpl / ketinggian
- coklat muda : 500 - 1500 meter dpl / ketinggian
- coklat : 1500 - 4000 meter dpl / ketinggian
- coklat berbintik hitam : 4000 - 6000 meter dpl / ketinggian
- coklat kehitam-hitaman : 6000 meter dpl lebih / ketinggian

Warna Darat 
- biru pucat : 0 - 200 meter / kedalaman
- biru muda : 200 - 1000 meter / kedalaman
- biru : 1000 - 4000 meter / kedalaman
- biru tua : 4000 - 6000 meter / kedalaman
- biru tua berbintik merah : 6000 meter lebih / kedalaman 

Pembagian Peta 
  • Peta Luas, adalah peta yang menggambarkan suatu daerah yang luas seperti peta dunia, peta daerah Amerika utara, peta benua, peta samudera, peta kutub utara dan kutub selatan, dsb.
  • Peta sempit adalah peta yang hanya menampilkan sebagian kecil suatu area. Contoh peta sempit yaitu peta desa atau pedesaan, peta kota atau perkotaan, peta gorong-gorong kampung, peta gedung, denah rumah, dan lain sebagainya.

Proyeksi Pada Peta
 
Proyeksi peta adalah suatu teknik pemindahan gambar peta ke berbagai macam bentuk peta. Beberapa jenis-jenis proyeksi peta :
1. Proyeksi Mercator
2. Proyeksi Silinder
3. Proyeksi Mollowide
4. Proyeksi Kerucut

Memperbesar dan Memperkecil Peta

Cara memperbesar atau memperkecil peta dapat dilakukan dengan menggunakan Pantograf dan sistem dam atau petak. Sistem petak atau dam yaitu dengan pertolongan garis-garis koordinat vertikal dan horizontal

Klasifikasi Peta

Peta dapat diklasifikasikan menurut bentuk, sumber data, jenis, skala, fungsi (isi), dan macam persoalan (maksud dan tujuan dibuatnya suatu peta)

Klasifikasi Peta menurut bentuknya
  • Peta Stasioner, menggambarkan keadaan permukaan bumi yang datanya bersifat relatif tetap (stabil). Contohnya: peta topografi, peta geologi, peta jenis tanah
  • Peta Dinamis, menggambarkan keadaan permukaan bumi yang datanya bersifat selalu berubah (dinamis). Contohnya: peta kepadatan penduduk, peta sebaran korban bencana alam, peta jaringan komunikasi.
Klasifikasi Peta menurut Sumber datanya
  • Peta Induk (Basic Map), yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
  • Peta Turunan (Derived Map), yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta turunan ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.
Klasifikasi Peta menurut jenisnya

Ditinjau dari jenisnya peta dapat dibedakan menjadi dua, yaitu peta foto dan peta garis. Peta foto adalah peta yang dihasilkan dari mosaik foto udara / ortofoto yang dilengkapi garis kontur, nama, dan legenda. Peta ini meliputi peta foto yang sudah direktifikasi dan peta ortofoto.

Peta garis adalah peta yang menyajikan detil alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan. Peta ini terdiri atas peta topografi dan peta tematik.

Klasifikasi Peta berdasarkan skala :
  • Peta kadaster / tehnik (1 : 100 – 1 : 5.000), Peta kadaster sangat rinci, sehingga banyak dipakai untuk keperluan tehnis, seperti perencanaan jalan,jaringan air dan sebagainya 
  • peta skala besar (1 : 5.000 – 1 : 25.000), biasanya digunakan untuk perencanaan wilayah  
  • peta skala sedang (1 : 250.000 – 1 : 500.000) 
  • peta skala kecil (1 : 500.000 – 1.000.000) 
  • peta geografi atau peta dunia (lebih kecil dari 1 : 1.000.000)

Klasifikasi Peta berdasarkan Fungsi (Isi) :
  • Peta Umum, peta yang memberikan gambaran umum tentang permukaan bumi atau semua unsur topografi di permukaan bumi, suatu daerah atau wilayah. Antara lain memuat semua kenampakan yang terdapat pada suatu daerah, baik kenampakan alam, buatan manusia, maupun kenampakan sosial budaya, seperti jalan, bangunan, batas wilayah, garis pantai, dan elevasi. Misalnya, peta dunia, peta chorografi, peta topografi, peta jalan dan sebagainya.

    Peta topografi
    adalah peta umum skala besar, sedangkan yang berskala kecil berupa atlas. Peta topografi adalah peta yang menggambarkan bentuk tinggi rendahnya atau relief permukaan bumi. Dalam peta topograf digunakan garis kontur, yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.

    Peta chorografi
    adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum dengan skala sedang atau lebih kecil antara 1:250.000 sampai 1:1000.000 atau lebih. Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi, Negara bahkan dunia. Dalam peta chorografi juga digambarkan semua kenampakan yang ada pada suatu wilayah diantaranya gunung, sungai, danau, jalan batas wilayah, kota, rawa dll. Atlas adalah salah satu kumpulan peta chorografi.

    Peta dunia
    peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.
  • Peta tematik atau khusus, yang menggambarkan kenampakan tertentu dari suatu wilayah atau keseluruhan daerah bumi. Peta ini menunjukkan hubungan ruang dalam bentuk atribut tunggal atau hubungan atribut; dan hanya menggambarkan satu atau dua kenampakan pada permukaan bumi yang ingin ditampilkan, baik kondisi fisik maupun sosial budaya. Misalnya, peta persebaran, peta perkebunan,  tambang, peta iklim, peta curah hujan, peta pariwisata, peta perhubungan, peta pertanian,.peta geologi, peta penggunaan tanah, peta kepadatan penduduk dan sebagainya.
  • Kart, yang didesain untuk keperluan navigasi, nautical dan aeronautical.

Adapun peta yang dapat diklasifikasikan menurut macam persoalan (maksud dan tujuan), antara lain meliputi
  • peta pendidikan (contoh : peta lokasi sekolah SLTP/SLTA 
  • peta kadaster 
  • peta geologi
  • peta ilmu pengetahuan (contoh : peta arah angin, peta penduduk) 
  • peta tanah 
  • peta turis (contoh : peta museum, peta hotel, peta rute Bus) 
  • peta ekonomi 
  • peta informasi umum (contoh: peta pusat perbelanjaan) 
  • peta kependudukan 
  • peta navigasi (contoh : peta penerbangan, peta pelayaran 
  • peta iklim 
  • peta aplikasi (contoh : peta penggunaan tanah, peta curah hujan) 
  • peta tata guna tanah 
  • peta perencanaan (Contoh, peta jalur hijau, peta perumahan, peta pertambangan)

Peta Topografi
 
Di antara macam-macam peta peta tersebut, yang sering digunakan dalam survei arkeologi adalah peta topografi. Peta topografi adalah peta yang menampilkan, semua unsur yang berada di atas permukaan bumi, baik unsur alam maupun buatan manusia, sehingga disebut juga peta umum. Unsur alam antara lain meliputi: relief muka bumi, unsur hidrografi (sungai, danau, bentuk garis pantai), tanaman, permukaan es, salju, dan pasir.

Adapun unsur buatan manusia di antaranya adalah: sarana perhubungan (jalan, rel kereta api, jembatan, terowongan, kanal), konstruksi (gedung, bendungan, jalur pipa, jaringan listrik), daerah khusus (daerah yang ditanami tumbuhan, taman, makam, permukiman, lapangan olah raga), dan batas administratif. Tinggalan-tinggalan arkeologis atau bersejarah seperti bangunan megalitik, candi, gereja, dan reruntuhan bangunan kuna, seringkali juga ditampilkan dalam peta topografi.

Selain menyajikan data keruangan, peta topografi juga memuat data non-keruangan, antara lain grid, graticul (garis lintang dan bujur), arah utara, skala, dan legenda (keterangan mengenai simbol-simbol yang digunakan pada peta).

Pemanfaatan Peta Topografi

Peta topografi dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, serta dapat digunakan sebagai peta dasar (base map) dalam pembuatan peta tematik, seperti peta arkeologi dan peta turis. Dalam survei arkeologi, peta topografi berguna untuk  memperoleh  gambaran umum tentang wilayah yang diteliti.  Dalam kondisi tertentu, misalnya medan survei yang terlalu berat, peta yang sudah ada dapat dipakai untuk memplotkan temuan arkeologis. Pemetaan tersebut, meskipun hanya bersifat sementara, sangat efektif untuk menyimpan dan menyelamatkan data arkeologis.

Data dari peta topografi yang diambil untuk membuat peta arkeologi hanya satu atau dua unsur saja, tergantung dari skala dan tujuan pembuatan peta arkeologi itu. Data tersebut digunakan sebagai latar belakang penempatan dan orientasi secara geografis. Selain peta topografi, yang dapat digunakan sebagai peta dasar antara lain adalah foto udara, peta geologi, dan peta administratif. Besar skala peta dasar yang dibutuhkan untuk membuat peta arkeologi tergantung pada luas wilayah yang akan dipetakan, yaitu:
  • wilayah seluas provinsi memerlukan peta dasar berskala 1:100.000 sampai dengan 1:250.000;
  • wilayah seluas kabupaten memerlukan peta dasar berskala 1:50.000 sampai dengan 1:100.000;
  • wilayah setingkat kecamatan, desa, atau situs memerlukan peta dasar berskala 1:10.000 sampai dengan 1:25.000

Bentuk Lain Peta
  •  Atlas adalah gabungan beberapa peta yang dikumpulkan dalam sebuah buku, memiliki judul atlas, serta jenis-jenis atlas pada buku tersebut.
  • Globe atau Bola Dunia adalah suatu bentuk tiruan bola bumi yang dibuat dalam skala kecil untuk dapat lebih memahami bentuk asli planet bumi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar