Sabtu, 02 Maret 2013

Okulasi

Okulasi adalah teknik memperbanyak tanaman secara vegetatif dengan cara menggabungkan dua tanaman secara lebih baik. Penggabungan dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari pohon induk, lalu ditempelkan ke bagian percabangan primer. 

Percabangan primer adalah percabangan yang tumbuh dibawah batang. Keduanya hendaknya memiliki sifat-sifat unggul, sehingga diharapkan akan terjadi penggabungan sifat-sifat baik dari dua tanaman, setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. , dalam waktu yang relatif pendek dan memperlihatkan pertumbuhan yang seragam. Jadi tujuan utama membuat bibit okulasi adalah agar produksi bisa lebih tinggi. Risiko kegagalan perlakuan okulasi mata tunas lebih rendah dibandingkan dengan risiko sambung pucuk.Penempelan mata tunas daya rekatnya lebih kuat dibandingkan dengan sambung pucuk, sehingga pertumbuhan tunas selanjutnya cenderung lebih bagus.

Okulasi adalah cara menghidupkan salah satu bagian dari pohon induknya, yaitu mata tunas. Mata tunas yang sudah dipisahkan dari induknya tidak akan dapat hidup tanpa alat atau bahan yang menghidupkannya. Alat atau bahan penghidup mata tunas ini disebut batang bawah.

Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Bagian tanaman yang disambung atau ditempelkan disebut batang atas (scion). Bila scion merupakan sepotong batang atas atau cutting, proses penggabungan antara batang bawah dan batang atas tersebut disebut grafting, tetapi bila scion hanya berupa satu mata tunas yang digabungkan dengan batang bawah secara penempelan, proses penggabungan tersebut dinamakan okulasi atau budding.

Grafting dan budding merupakan cara pembiakan tanaman secara vegetatif untuk membentuk populasi tanaman secara klonal, bila cara penyetekan tidak dapat dilakukan. Ada beberapa tanaman yang dapat dengan mudah dilakukan penyetekan, tetapi ada pula tanaman yang lebih mudah dibiakan dengan penyambungan atau penempelan.

Waktu terbaik pelaksanaan okulasi adalah pada pagi hari, antara jam 07.00-11.00 pagi. Karena saat tersebut tanaman sedang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam kondisi aktif dan optimum. Diatas jam 12 siang daun mulai layu. Tetapi ini bisa diatasi dengan menempel ditempat yang teduh, terhindar dari sinar matahari langsung.
 
Okulasi dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Potong pencabangan tanaman induk yang akan diambil mata tunasnya. Pengambilan percabangan yang akan diambil mata tunas sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari karena saat itu daun tidak sedang berfotosintesis. 
  2. Buang daun-daun yang dipercabangan, sayat mata tunas secara hati-hati dari bawah ke atas.
  3. Sayat kulit percabangan primer secara hati-hati. Penyayatan diusahakan jangan terlalu panjang,sekitar 2 cm saja. Penyayatan ini disesuaikan dengan panjang mata tunas yang disyat.Jika ukuran ini bisa disesuaikan keberhasilan okulasi lebih tinggi. Sayatan kulit batang yang terlalu lebar atau pecah,tidak terlalu bermasalah dalam perlakuan okulasi.
  4. Potong setengah bagian sayatan kulit percabangan primer.
  5. Tempelkan mata tunas dikambium percabangan primer.
  6. Jika posisi mata tunas sudah menempel di kambium,tutup dengan setengah bagian kulit percabangan primer yang tidak dipotong. Penutupan jangan samapai mengenai mata tunas.
  7. Bungkus mata tunas yang sudah menempel dengan plastik khusus okulasi yang sudah dipersiapkansebelumnya. Pembukusan harus dilakukan dari arah bawah ke atas. Tujuannya agar mata tunas tertutup rapat atau kedap udara dan air siraman tidak bisa merembes masuk ke mata tunas. Jika air merembes kedalam, mata tunas akan busuk.

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar