Minggu, 27 Maret 2011

Alga

Update : 23 Feb 2013
 
 
Alga (jamak Algae) adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga pernah dianggap sebagai tumbuhan bertahlus bersel satu (uniseluler) maupun multiseluler karena dianggap tidak memiliki "organ" seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Meski dianggap tidak memiliki akar, batang dan daun, tetapi struktur atau bentuk tubuh alga ada yang bersel tunggal dan sangat sederhana (mikroskopis) sampai yang bersel banyak dan sangat kompleks (makroskopis) dengan panjang bisa mencapai 70 meter.
 
Semua golongan alga mempunyai klorofil dan beberapa karotenoid, yang di dalam pigmen karotenoid ini, termasuk juga karoten dan xantofil. Pigmen-pigmen di atas terlarut dalam pelarut organik. Disamping itu juga terdapat pigmen-pigmen yang terlarut dalam air, yaitu fikobiliprotein atau fikobilin, yang dapat dijumpai seperti pada alga merah dan alga biru.
 
Ciri-ciri umum Alga makroskopis
  1. tubuhnya tersusun atas banyak sel
  2. struktur tubuhnya mirip thalus, yaitu sturktur yang tidak bisa dibedakan dengan jelas antara akar, batang dan daun
  3. di dalam sel-sel tubuhnya terdapat pigmen penyerap cahaya yang berupa khloroplast atau kromatophor
  4. bersifat autotrof, yang dapat menghasilkan zat organik dan oksigen sendiri melalui proses fotosintesis
  5. dapat berkembang-biak secara seksual maupun aseksual
Alga dipelajari secara khusus dalam cabang ilmu biologi yang disebut fikologi. Catatan pertama mengenai alga ditemukan dalam literatur berbahasa Cina kuno dan dikenal sebagai Tsao. Istilah alga dalam bahasa Yunani dan Romawi adalah Phycos dan Fucus.

Istilah ganggang pernah dipakai bagi alga, namun sekarang tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kekacauan arti dengan sejumlah tumbuhan yang hidup di air lainnya, seperti Hydrilla.

Dalam taksonomi yang banyak didukung para pakar biologi, alga tidak lagi dimasukkan dalam satu kelompok divisi atau kelas tersendiri, namun dipisah-pisahkan sesuai dengan fakta-fakta yang bermunculan saat ini. 

Dengan demikian alga bukan lagi satu kelompok takson tersendiri.

Kelompok-kelompok Alga

Dalam pustaka-pustaka lama, alga selalu gagal diusahakan masuk dalam satu kelompok, baik yang bersel satu maupun yang bersel banyak. Salah satu contohnya adalah pemisahan alga bersel satu (misalnya Euglena ke dalam Protozoa) dari alga bersel banyak (ke dalam Thallophyta). 

Belakangan disadari sepenuhnya bahwa pengelompokan sebagai satu klad tidak memungkinkan bagi semua alga, bahkan setelah dipisahkan berdasarkan organisasi selnya, karena sebagian alga bersel satu lebih dekat berkerabat dengan alga bersel banyak tertentu.

Saat ini, alga hijau dimasukkan ke dalam kelompok (klad) yang lebih berdekatan dengan semua tumbuhan fotosintetik (membentuk klad Viridiplantae). Alga merah merupakan kelompok tersendiri (Rhodophycophyta atau Rhodophyceae); demikian juga alga pirang (Phaeophycophyta atau Phaeophyceae) dan alga keemasan (Chrysophyceae).

Alga Prokariotik

Alga biru-hijau kini dimasukkan sebagai bakteri, sehingga dinamakan Cyanobacteria ("bakteri biru-hijau", dulu disebut Cyanophyceae, "alga biru-hijau") Dengan demikian, sebutan "alga" menjadi tidak valid. Cyanobacteria memiliki struktur sel prokariotik seperti halnya bakteri, namun mampu melakukan fotosintesis langsung karena memiliki klorofil. Sebelumnya, alga ini bersama bakteri masuk ke dalam kerajaan Monera.

Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya diketahui bahwa ia lebih banyak memiliki karakteristik bakteri sehingga dimasukkan ke dalam kelompok bakteri benar (Eubacteria). Sebagai tambahan, beberapa kelompok organisme yang sebelumnya dimasukkan sebagai bakteri, sekarang malah dipisahkan menjadi kerajaan tersendiri, Archaea. 

Alga eukariotik

Diagram yang menggambarkan teori mengenai evolusi alga (dan tumbuhan) masa kini yang banyak didukung.

Jenis-jenis alga lainnya memiliki struktur sel eukariotik dan mampu berfotosintesis, entah dengan klorofil maupun dengan pigmen-pigmen lain yang membantu dalam asimilasi energi.

Perlu disadari bahwa pengelompokan semua alga eukariotik sebagai Protista dianggap tidak valid lagi karena sebagian alga (misalnya alga hijau dan alga merah) lebih dekat kekerabatannya dengan tumbuhan daripada eukariota bersel satu lainnya.
  • Archaeplastida : Regnum Viridiplantae atau Plantae (tumbuhan):
    • Filum Chlorophyta (alga hijau)
    • Filum Charophyta (alga hijau berkarang)
  • Archaeplastida : Regnum incertae sedis
    • Filum Rhodophyta (alga merah)
  • Archaeplastida : Regnum incertae sedis
    • Filum Glaucophyta
  • Superregnum Cabozoa: Regnum Rhizaria:
    • Filum Cercozoa
      • Kelas Chlorarachnia
  • Superregnum Cabozoa: Regnum Excavata:
    • Filum Euglenozoa
  • Regnum Chromalveolata: Superfilum Chromista
    • Filum Heterokontophyta (atau Heterokonta)
      • Kelas Bacillariophyceae (Diatomae)
      • Kelas Axodina
      • Kelas Bolidomonas
      • Kelas Eustigmatophyceae
      • Kelas Phaeophyceae (alga coklat)
      • Kelas Chrysophyceae (alga keemasan)
      • Kelas Raphidophyceae
      • Kelas Synurophyceae
      • Kelas Xanthophyceae (alga pirang)
    • Filum Cryptophyta
    • Filum Haptophyta
  • Regnum Chromalveolata: Superfilum Alveolata
    • Filum Dinophyta (atau Dinoflagellata)




  • Struktur perkembang-biakannya hampir selalu bersel tunggal, kalau toh ada  yang bersel banyak, setiap komponen sel membentuk satuan reproduksi, baik sebagai zoospora maupun gamet. Alat reproduksi alge tidak memiliki lapisan luar yang terdiri dari sel-sel steril. Alga tidak pernah menghasilkan embrio, jadi zigotnya tidak pernah berkembang menjadi tumbuhan muda yang bersel banyak ketika masih terbungkus oleh alat kelamin betina.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar